Konversi Agama pada Mahasiswi Bercadar

 

https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-3574210/ini-hal-hal-yang-hanya-dialami-oleh-wanita-bercadar 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya :

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Perempuan yang mempunyai akal pikiran dan membuat keputusan dengan melihat lingkungannya, sehingga terbentuklah dinamika psikologis konversi/perubahan agama/perubahan suatu keyakinan dalam dirinya agar menjadi perempuan muslim yang baik sesuai syariat Islam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinamika diartikan sebagai gerak atau kekuatan secara terus menerus yang dimiliki sekumpulan orang dalam masyarakat tersebut (Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, 2009). Menurut Santoso dinamika adalah adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok secara keseluruhan.Pengertian tersebut bisa disimpulkan dinamika adalah gerakan dan interaksi yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok yang bisa berubah-ubah atau tidak tetap (Refia Juniarti Hendrastin, 2014). Sedangkan psikologis berasal dari kata dasar psikologi yang merupakan ilmu yang membicarakan tentang jiwa (Walgito, 2010). Jadi menurut Nursalim dan Purwoko dinamika psikologis adalah proses dan suasana kejiwaan internal individu dalam menghadapi dan mensolusikan konflik yang dicerminkan oleh pandangan atau persepsi, sikap dan emosi, serta perilakunya (Hendrastin, 2014). Maka dari itu dinamika psikologis tersebutlah biasanya memicu terjadinya perubahan keyakinan atau konversi agama.

Sedangkan psikologis berasal dari kata dasar psikologi yang merupakan ilmu yang membicarakan tentang jiwa (Walgito, 2010). Jadi menurut Nursalim dan Purwoko dinamika psikologis adalah proses dan suasana kejiwaan internal individu dalam menghadapi dan mensolusikan konflik yang dicerminkan oleh pandangan atau persepsi, sikap dan emosi, serta perilakunya (Hendrastin, 2014). Maka dari itu dinamika psikologis tersebutlah biasanya memicu terjadinya perubahan keyakinan atau konversi agama.

Konversi agama yang dijelaskan bukanlah perpindahan keyakinan agama, tapi perubahan keyakinan disini adalah perempuan yang memang beragama Islam akan tetapi keyakinannya tentang memakai kerudung saja tidak membuat dirinya aman dari fitnah dan semacamnya, maka dari itu mahasiswi disini berubah keyakinan bahwa dengan memakai cadar dirinya merasa aman dari fitnah dan semacamnya. Perempuan yang sudah balig (haid) diperintahkan untuk menutup auratnya dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan (Husein, 2001), akan tetapi sebagian perempuan yang dulunya mukanya tidak tertutup sekarang mukanya ditutup dengan cadar, karena mereka berubah keyakinan dengan menutup mukanya dengan cadar mereka merasa aman dan terhindar dari fitnah dan semacamnya, sehingga banyak dari perempuan muslimah yang memakai jilbab karena mereka tahu bahwa jilbab itu diperintahkan bagi umat muslimah. Akan tetapi ada juga dikalangan perempuan muslimah yang merasa bahwa dengan menutup seluruh tubuhnya dengan jilbab tidak cukup meyakinkan dirinya aman dari fitnah atau semacamnya.

Cadar (niqab/penutup) merupakan selembar kain hitam yang dipakai menutupi muka. Cadar mungkin hanya menutupi bagian bawah dari muka, membiarkan mata tidak ditutupi, atau secara keseluruhan menyembunyikan wajah (Mona Almunajjed, 1998). Jadi perempuan yang memakai cadar itu adalah perempuan yang menutup seluruh tubuhnya dengan kain dan menutup wajahnya sehingga tidak ada seorang laki-laki selain mahramnya yang bisa melihat tubuh dan wajahnya. Perempuan yang memakai cadar tidak hanya dari kalangan orang tua dan kalangan pesantren saja, tapi dikalangan mahasiswi (Aguslindar, 2016) juga banyak menggunakan cadar. Mahasiswi yang banyak memiliki teman mampu bertukar pendapat ataupun berkomunikasi dengan teman-temannya. Hal-hal yang sering dikomunikasikan oleh mahasiswi biasanya tidak jauh dari makanan, tempat-tempat rekreasi, make up, pakaian dan menghadiri pengajian. Biasanya mahasiswi yang ingin mengubah penampilan atau mengubah keyakinannya terhadap penampilan akan merasa kebingungan, maka dari itu pasti seseorang mahasiswi memerlukan teman untuk bicara atau berkomunikasi. Fenomena mahasiswi di kampus yang menggunakan cadar biasanya jumlahnya tidak terlalu banyak.

Konversi agama menurut Islam sendiri adalah (taubat), menurut Muhammad Abdul Baqi dalam Al-Qur’an kata taubah dalam bentuk        (taubat) dalam Al-Qur’an hanya terulang sebanyak 6 kali, jadi makna taubat sebenarnya adalah penyesalan diri terhadap segala perilaku jahat yang telah dilakukan di masa lalu, menjauhkan diri dari segala tindakan maksiat dan melenyapkan semua dorongan nafsu ammarah yang dapat mengarahkan seseorang kepada tindakan kejahatan (Obianto, 2018). Jadi berdasarkan arti kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian bertobat, berubah agama, berbalik pendirian terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama (Pontoh & Farid, 2015). Oleh karena itu konversi agama ialah keyakinan seseorang terhadap sesuatu yang membuat dirinya nyaman dan tentram, sehingga terciptalah ketenangan atin seseorang, karena disaat ketenangan batin seseorang itulah perubahan sikap kepercayaan yang bertentangan dengan sikap kepercayaan sebelumnya. Adapun tahapan konversi agama menurut Zakiah Daradjat yang berdasarkan proses kejiwaan yang terjadi melalui lima tahap yaitu masa tenang pertama, masa ketidak-tenangan, masa goncang, masa ketenangan dan ketentraman, dan yang terakhir masa terakhir dari konversi itu.

faktor terjadinya konversi agama pada keempat subjek berbeda, berikut faktor-faktor terjadinya konversi agama menurut para ahli sosiologi berpendapat bahwa yang pertama terjadinya konversi agama karena pengaruh sosial. Pengaruh sosial yang mendorong terjadinya konversi itu terdiri dari adanya berbagai faktor yaitu Pengaruh hubungan antara pribadi baik pergaulan yang bersifat keagamaan maupun non agama, Pengaruh kebiasaan yang rutin, Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang yang dekat, Pengaruh pemimpin keagamaan, Pengaruh perkumpulan yang berdasarkan hobi dan Pengaruh kekuasaan pemimpin.



Editor: Firsty Nurmeiliza 

 

 

Halo sobat Al-qolam buat kamu yang karya tulis tapi di diemin aja, hmm sayang banget nggak tuhh. Dari pada bingung, yuk kirim tulisan mu ke emal: kspialqolamums@gmail.com, dan jangan lupa konfimasi yah: wa.me/6289628513503.

 

 

Note: Apabila tulisan kamu dalam 1 minggu belum kami upload, secara otomatis tulisan kamu belum diterima , nggak usah khawatir yahh, bisa di coba lagi. Terus semangat jangan lupa berkarya!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOTERAPI ISLAM : TEORI DAN PRAKTIK MENGATASI GANGGUAN KEJIWAAN

MENGAPA KITA BISA INSECURE?

MENGENAL ISTILAH TOXIC PARENTING DAN PENGARUH POLA ASUH TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK